Google
 

Kita Bersama.......Berusaha....... Menuju....... Kemurnian......Dalam Kedamaian

Friday, May 23, 2008

Mencoba ke Selatan dengan Membawa Kereta ke Utara

Seorang bernama Ji Liang bertemu dengan seseorang di kereta yang menuju utara di kaki Gunung Taiban. “kalian mau ke mana ?” Tanya JI Liang.

Kusir yang mengemudikan kereta nampat tidak peduli dengan pertanyaan tadi, orang yang duduk di bagian belankang seperti orang pangkat / bangsawa menjawab “Ke negara Chu”. Ji Liang agak terpana kemudian

.....selengkapnya

Monday, May 19, 2008

Kesan dan Pesan system mengaji di forumqhita

“Dahulu selama belum tahu ada mengaji al-Qur’an dan Al-Hadis dengan dimaknai satu kata demi satu kata beserta keterangannya, baru mengaji secara umunya, gak pernah ada pemahaman hukum yang masuk ke dalam hati. Kalaupun ada ya sebatas sebagai pengetahuan.

Pada tahun 1988, saya diajak untuk mengikuti....

selengkapnya

Thursday, May 15, 2008

Manusia Belajar dari Laba-laba

Pernahkah Anda mengamati kehidupan laba-laba ?, lah... ngapain, emang gue pikirin, kaya gak ada kerjaan lain. Yah tapi mungkin dia punya kelebihan dibanding kita manusia!!

Betulkah, kelebihan dalam bidang apa?.


Laba-laba mampu membuat rumah/sarangnya 100 % mandiri !!

Oh ya mungkin benar juga, pernahkan Anda lihat dua ekor laba-laba atau lebih sambatan /join (arisan, sharing) atau gantian saling bantu membuat sarang.


Sementara manusia tak ada yang mampu 100 % mandiri dalam membuat ....selengkapnya

Saturday, May 10, 2008

CERMATI APA YANG DIKATAKAN, siapapun yang berkata

Assalamu’alaikum, Pak Kyai.

Saya punya seorang tetangga yang, menurut penilaian saya, ibadah ritualnya tidak tertib. Kadang-kadang dia sholat, kadang-kadang tidak. Malah beberapa kemaksiatan suka dia kerjakan. Tetapi sebagai seorang yang ditokohkan oleh masyarakat selengkapnya

Sekelompok Orang Buta Mencoba Menebak Gajah


Didatangkan seekor gajah kepada sekelompok orang buta, kemudian mereka disuruh menebak bentuk dari gajah tersebut.


Orang buta yang memegang telinga gajah mengatakan bahwa “gajah itu seperti kipas”, sedang yang memegang belalai mengatakan “tidak ,ia seperti pipa”.

Lain lagi orang buta yang sedang naik di atas gajah , mengatakan selanjutnya

Tuesday, May 6, 2008

Manfaat Mempelajari Ilmu Agama (point 2)

Utlubul ilma walau bis-shina fa inna tolabal ilmi fariidhotun ‘ala kulli muslim, inna malaaikata tadho’u ijnikhataha li tolibil ilmi rdhon bi ma yatlubu” Hadis Riwayat Ibnu abdil Barri.

Kamu semuanya mencarilah (mempelajari) ilmu (agama Islam) meskipun sampai di negeri Cina, maka sesungguhnya mencari ilmu adalah kewajiban bagi tiap-tiap orang Islam. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya (menghormat) terhadap orang yang mencari ilmu karena ridho dengan apa yang mereka cari”.

Ya, saking pentingnya mengaji meskipun sampai ke negeri China tetap diperintah berangkat. Setiap Muslim wajib mendalami agama Islam yang berpedoman pada al-Quran dan as-Sunah. Sesuatu yang wajib berarti harus dikerjakan sebagai konsekuensi orang yang mempunyai ikatan janji kepada Alloh untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.


Bersambung……….

Friday, April 11, 2008

Tanggapan Komentar 2

Afwan, mungkin ana salah, tetapi tidak ada salah jika ana menuliskan yang ana tahu:
setahu ana, kata jami'a dalam surat ini berarti semua, dan sudah disebutkan

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah.....

Tafsir jalalain:
103. (Berpegang teguhlah kamu dengan tali Allah) maksudnya agama-Nya (kesemuanya


Forumqhita menanggapi:


Kata “jamii’aa” pada ayat tersebut menurut Methode Belajar Ilmu Shorof dapat dijelaskan sbb:

Kata jamii’aa berasal dari fi’il (kata kerja) asli, jamanga (dibaca jama’a) berubah bentuk (tashrifan) yajma’u, jamii’aa = kumpul, mengumpulkan, dengan berkumpul.


Kalau dilihat menurut susunan hurufnya maka “jama’a” termasuk fi’il mujarrod yaitu fi’il yang yang masih dalam bentuk asli, belum berubah dan belum menerima huruf tambahan. Contoh lain hadhoro = hadir, fatakha=membuka dll.


Selanjutnya fi’il tsulasi mujarrod (terdiri tiga huruf) ini kemudian juga berubah kepada tidak hanya satu, dua wazan (macam) tetapi kemudian dikelompokkan menjadi 14 kelompok wazan.


Yang mempunyai wazan (ukuran/timbangan) fa’iilla adalah “jamii’aa” seperti pada dalil di atas.

Penjelasan secara definisi jamii’aa adalah mashdar fi’il tsulasi jama’a yang diartikan mengandung unsur “dengan cara ber….”

Jamii’aa = dengan cara berjamaah /berkumpul , dipimpin. Yaitu praktek melakukan ibadah secara bersama di bawah kepemimpinan.


Sedang untuk “menetapi Islam dengan keseluruhan” itu lebih tepat diterapkan untuk penjelasan QS.Al-Baqoroh (2) : 208 . “Hai orang iman masuklah ke dalam Islam dengan keseluruhan/kafah/totalitas. Sudah qhita jelaskan pada dalil ke 2 sebelumnya.

Jadi masing-masing ayat sudah mempunyai substansi secara spesifik, kecuali memang didukung tafsir yang menyertainya.

Semoga Bapak….. bisa memaklumi.